Senin, 26 Maret 2018

Changi Airport, Pintu Gerbang Menuju Singapura


Saya selalu jatuh cinta dengan bandara. Tempat ini selalu mengingatkan tentang waktunya pulang atau sebentar lagi saya akan menjelajahi hal baru. Kali ini, saya menginjakkan kaki di Changi Airport untuk memulai perjalanan di Singapura. Saya sengaja membeli tiket Air Asia karena penasaran ingin melihat langsung Terminal 4. Sebelumnya, saya sempat membaca tentang bandara yang baru buka Oktober 2017 lalu di sebuah blog. Saya juga mengambil penerbangan siang supaya bisa puas mengelilingi bandara.
Setelah tiba, saya langsung disambut dengan karpet-karpet bersih. Di lorong menuju pintu kedatangan ada kursi-kursi sofa untuk duduk-duduk. Saya menatap langit-langit yang dihiasi lampu-lampu berbentuk kelopak bunga. Saat saya berjalan, langit-langit di depan saya membentuk titik-titik cahaya yang hanya terlihat dari jarak dekat.


Berjalan keluar, saya melihat ada beberapa hiasan yang tergantung di langit-langit. Instalasi dari logam tersebut bernama petalclouds, yang bentuknya terinspirasi dari kelopak anggrek. Terminal 4 juga memiliki banyak instalasi seni yang tersebar di ruang transit dan ruang publiknya. Sebagian berukuran besar sehingga bisa digunakan sebagai latar berfoto.
 

Ada patung becak berjudul “Hey, Ah Chek” yang penuh dengan antrian foto pengunjung. Becaknya bisa dinaiki lo. Masih ada lagi instalasi seni yang menggambarkan perjalanan. Seperti Travelling Family yang berupa patung keluarga. Tiga burung besi yang menyambut pengunjung di area keberangkatan dan kedatangan. Seluruh instalasi seni tersebut dibuat oleh seniman yang memiliki jam terbang internasional.

Karena saya ingin melihat bagian lain dari Changi Airport, saya membeli tiket maskapai lain saat pulang.  Saya juga sengaja datang lebih awal supaya bisa berkeliling Terminal 3. Pemandangan pertama yang saya lihat adalah banyak sekali toko. Mulai dari toko baju, peralatan mandi, sampai makanan. Cocok untuk orang yang malas membawa-bawa oleh-oleh. Mereka bisa membeli pernak-pernik sebelum pulang. Berada di sini juga tidak perlu khawatir kelaparan, ada banyak pilihan restoran.



Bagian yang paling membuat saya kagum adalah Taman Kupu-kupu. Senang rasanya bisa melihat ratusan kupu-kupu beterbangan dari jarak dekat. Taman yang hijau ini penuh dengan bunga. Ada sekitar 40 spesies kupu-kupu. Kita bisa melihat bagaimana kupu-kupu dikembangbiakkan dan mencari makan. Taman ini tidak hanya cantik, tapi juga penuh informasi. Pengunjung bisa belajar tentang siklus hidup kupu-kupu dan jenis apa saja yang ada di sana.



Untuk orang yang transit lama di bandara, Changi Airport  memiliki banyak ruang untuk membunuh waktu. Salah satunya teater film. Bangunan ini didesain dengan layar dan kursi merah ala bioskop. Serunya lagi, orang bisa menonton film dengan gratis di tempat ini. Mereka buka 24 jam sehari. Kecuali di Terminal 3, hari kamis dari jam 1 siang hingga 6 sore untuk dibersihkan. Waktu mampir ke tempat ini, saya sempat menonton film Gifted yang dibintangi Chris Evans.

Puas berkeliling, saya berjalan ke arah gerbang keberangkatan. Ternyata jaraknya jauh juga dari tempat saya berada. Untung saja bandara Changi Airport menyediakan Skytrain yang tiap 4 menit lewat. Ga perlu capai-capai jalan deh.  

Oh iya, Changi Airport mengadakan kampanye #ChangiDiHati yang berhadiah sepasang tiket ke Korea. Untuk ikut, kamu cukup mengunggah foto dengan gesture membentuk hati atau sticker hati di bit.ly/changidihati-lr. Ceritakan juga apa saja yang membuat bandara ini ada di hatimu. Yuk, ditunggu sampai 31 Maret 2018.








8 komentar :

  1. Bandara seperti ini membuat para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di sana agak lama jauh lebih santai. Tidak jenuh kalau misalnya delay.

    BalasHapus
  2. Belum pernah ke Changi tapi ĂȘngen banget ke sana karna kata orng-orang bandaeanya cozy haha ,eh tapi kalau di liat- liat lumayan mirip gak si sama bandara baru di Soekarno Hatta?

    BalasHapus
  3. Mbak Retno... next time liburannya ke Balikpapan, ya. Ke kampung halaman saya. Bandaranya pun bikin betah :)

    BalasHapus
  4. memanjakan banget bandaranya..., bisa2 aku akan sengaja cari waktu transit panjang supaya berlama2 menikmati..., pengen lihat Taman Kupu-kupu

    BalasHapus
  5. Di dalem bandara ada taman yang bikin pemandangan makin hijau. Keren sekali.
    Dengan fasilitas supernya, sepertinya Changi bakal jadi bandara favorit buat traveller ini

    BalasHapus
  6. Menarik Fi...jadi pingin ke sana suatu waktu. Da Lat menurutku juga tidak kalah menarik..bandara kecil yang dikelilingi view pegunungan membuat betah berlama-lama di sana. Tidak membosankan kecuali saat antri cek in harus repot dan lepas segala atribut alas kaki :D .

    BalasHapus
  7. Changi ini bandara yang sangat luas dan lengkap ya, Mbak

    BalasHapus