Selasa, 24 Oktober 2017

Sebuah Tempat Pulang Bernama Yogyakarta



Kalau sedang bosan dengan Jakarta atau baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita banyak tenaga, saya meliburkan diri. Rutenya selalu Yogyakarta. Yang pertama, karena orangtua saya tinggal di sana. Sebisa mungkin saya menyempatkan diri untuk menengok mereka. Lalu, di kota ini saya memiliki banyak tempat bermain.
Berhubung perjalanan ini untuk liburan, saya memilih transportasi yang lambat. Seperti biasa, saya memilih kereta pagi. Supaya bisa melihat-lihat pemandangan sawah dan perbukitan di luar jendela. Supaya praktis, saya membeli tiket kereta online di Tokopedia. 


Tiap kali ke Yogya, saya selalu menyempatkan diri untuk makan. Kota ini memiliki banyak rumah makan enak dengan harga terjangkau. Kemarin saya sempat mencicipi empat tempat makan yang baru buka tahun ini. Yang pertama: Kopi Senthong di Perum Graha Citra, Sariharjo. Saya penasaran dengan tempat ini karena sering melihat teman saya memposting menunya. Selain kopi, tempat ini menyajikan cemilan kampung seperti pisang dan tahu goreng. Rasanya enak karena disajikan hangat,. Mereka juga punya menu masakan jawa seperti sayur lodeh, pecel, ayam goreng, brongkos, dan garang asem.

Kami sekeluarga juga sempat makan malam di Omah Palgading yang letaknya di Desa Wisata Palgading, Minomartani. Tempatnya menyenangkan. Sebuah bangunan joglo besar dengan kayu-kayu tua dan tegel kunci yang cantik. Sayang kami ke sana malam-malam. Hasil foto saya banyak yang kurang cahaya. Kalau ke sana siang hari, bakal banyak foto ootd. Rumah makan ini menjadi satu dengan sebuah homestay di tepi sungai. Bangunannya terbuat dari kayu jati kuno. Dua rumah makan tadi layak untuk dicoba.

Dua tempat lainnya biasa saja menunya. Di keempat rumah makan tersebut, saya selalu memesan minuman hangat. Di Yogya, gampang sekali mendapatkan menu minuman berbahan jahe. Sebagian besar merupakan minuman modifikasi wedang uwuh. Minuman yang awalnya dibuat di daerah Imogiri ini hangat dan bisa membuat perut nyaman. Kadang, kalau agak tidak enak badan atau hampir flu, saya sering membuat minuman sejenisnya. Kalau sedang malas, saya hanya menggeprek jahe bakar dan merebusnya bersama gula jawa, pandan, dan kayu manis. Kalau sedang rajin, saya membuat minuman dari jahe bakar, jeruk nipis, sere, kencur, cengkeh, dan kayu manis. Mimuman kedua lebih enak jika dibuat dengan gula batu.


Salah satu tempat yang paling sering saya kunjungi adalah Pasar Bringharjo. Saya suka berjam-jam mengelilingi beberapa lantai. Banyak produk buatan lokal di sini. Saya suka pergi ke bagian kerajinan tangan, aneka rempah-rempah, dan kain. Karena pasar ini sering didatangi turis, sebagian penjualnya mematok harga tinggi. Kita perlu pandai-pandai menawar. Kalau saya sih lebih memilih untuk datang ke penjual yang letaknya agak masuk ke dalam. Biasanya, mereka cenderung menjual barang serupa dengan harga lebih murah.  Karena jalan-jalan biasanya haus, saya sering membeli minuman dan makan di pasar. Untuk minuman, favorit saya es dawet di depan pasar. Kalau untuk makanan, biasanya saya ke lantai dua. Di sini ada soto dan empal yang enak. Kalau sedang ingin sehat, saya membeli gado-gado. 


Tidak jauh dari Bringharjo ada tempat favorit saya: Kawasan Tamansari. Kalau sedang kurang kerjan, saya memilih untuk naik becak  ke tempat ini. Harus pandai-pandai menawar. Kadang ada tukang becak yang berfikir kita pendatang dan memasang harga seenaknya. Biasanya, saya ke daerah ini sembari makan siang. Ada ibu-ibu penjual warung makan yang enak sekali di salah satu kios Pasar Ngasem lama. Dia menjual sayur bobor dari daun kelor. Sayang menu ini hanya ada tiap akhir pekan. Hari lain dia memasak brongkos. Enak juga sih. Makan di tempat ini murah meriah sekali. Perorang biasanya kena di bawah Rp. 15.000 rupiah untuk makan dan minum. Selain di tempat ini saya biasanya makan di Warung Handayani Lalu di dekat Alun-alun Kidul. Saya datang ke tempat ini sore selepas orang makan siang. Tempatnya terlalu ramai dan panas saat siang hari. Biasanya saya memesan wedang tape dan brongkos. 


Saya lupa sudah berapa kali datang ke Taman Sari. Yang pasti saya mulai datang ke tempat ini sejak Sekolah Dasar. Di Taman Sari saya sering mampir untuk melihat proses pembuatan wayang dari kulit. Saya selalu terpesona melihat detailnya. Pemahatnya rajin sekali bisa mebuat tatahan kecil-kecil dan rumit. Kalau menjelang magrib, biasanya saya datang ke Pulau Cemeti. Matahari terbenam dari tempat ini indah.


Lalu, salah satu tempat yang sering saya kunjungi adalah Kotagede. Tempat ini menyenangkan untuk sepedaan sore-sore. Banyak peninggalan bersejarah karena dahulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Mataram. Karena menyukai suasana tempat ini, beberapa tahun yang lalu saya dan suami memutuskan menikah di tempat ini. Di sebuah rumah joglo yang disebut Ndalem Sopingen. Dulu, rumah ini milik seorang abdi dalem penjaga makam raja. Karena rumahnya besar, tempat ini pernah dipakai sebagai lokasi pertemuan para tokoh pergerakan nasional. Mulai dari HOS Cokroaminoto, Samanhudi, Ahmad Dahlan, hingga Ki Hadjar Dewantoro. Sebenarnya dulu saya menikah di tempat ini rada kecelakaan sih. Awalnya saya ingin melaksanakan akad nikah di Masjid Agung Kotagede. Setelah mengurus surat-surat, saya baru tahu kalau masjid ini masuk ke Kabupaten Bantul. Meskipun orang lebih mengenal masjid ini di wilayah Kotagede. Berhubung saya malas mengurus ulang surat-surat, ya sudah.


8 komentar :

  1. Jogja itu tempat pulang bagi setiap orang yang pernah singgah di sana. Bahkan menjadi rumah kedua setelah kampung kelahirannya sendiri.

    BalasHapus
  2. Saya tinggal di Muntilan, Magelang. Tapi mertua saya selalu bilang rumah saya Jogja.. Karena deket kali ya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin mereka lebih familiar dengan kota Yogyakarta

      Hapus
  3. aku juga suka banget ke beringharjo lantai atas. bahagia kalo bs nemuin "harta2" unik, bagus, trus harganya murah. Ga udah nawar banyak pula. Yess!XD

    BalasHapus
  4. pertama nyoba brongkos di Handayani Alkid..., enak ya
    abang becak yg kasih tunjuk tempat ini, akhirnya dua hari berturut2 sarapan pagi di sini

    BalasHapus
  5. Aku selalu ingin pulang ke Jogja deh Fi, banyak hal menarik yang aku dapat disana..sehingga selalu membuat rindu untuk kembali ke Jogja...

    BalasHapus