Jumat, 16 Juni 2017

Kantor Kecil di Pojok Rumah


Sewaktu masih bekerja untuk sebuah jaringan LSM, saya bermimpi punya kantor di rumah dan sesekali terbang ke pelosok Indonesia. Awalnya, hal tersebut terkabul secara tidak sengaja. Menikah dan pindah ke Jakarta memaksa saya berganti pekerjaan. Saya yang awalnya menulis dan mengerjakan video sebagai hobi, mengubahnya mencari alat mencari nafkah. Tinggal di Jakarta dengan status baru ternyata membutuhkan banyak biaya. Tabungan saya kemudian berkurang dengan cepat. Hal tersebut memaksa saya dan suami mencari usaha yang bisa dilakukan dari rumah. Tekad ini menguat karena saya tidak mau menghabiskan waktu untuk bekerja dan menua di jalan. Saya masih ingin punya energi untuk mengerjakan hal-hal menyenangkan seperti proyek sosial, membaca, mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia, dan bermain. 

Sebelum menikah, suami mengerjakan editing video untuk program-program televisi dan profil lembaga. Di hitungan saya, kalau kami tidak merubah strategi, selamanya honor akan habis untuk biaya sehari-hari. Padahal, kami memiliki usia produktif yang terbatas. Kami harus mencari cara supaya memiliki tabungan persiapan pensiun. Kami juga butuh modal untuk nanti pulang ke Yogya. Kami ingin membangun kebun sayuran organik dan sekolah alam di kaki Gunung Merapi. Kami mulai membuka bisnis menyediakan layanan video dari rumah dengan modal ketrampilan dan sebuah kamera mirrorless. Kantornya sendiri berada di pojokan ruang tamu. 

Mulailah kami mengumpulkan portofolio dari pekerjaan-pekerjaan lama. Kami bahkan menawarkan diri untuk mengerjakan video profil tanpa dibayar untuk mendapatkan promosi. Tiap mendapat proyek, kami menyisihkan uang untuk membeli iMac, harddisk, macbook, dan alat produksi lainnya. Untuk memiliki alat-alat ini, kami harus membuat prioritas belanja. Mau tidak mau, saya harus memotong anggaran yang sifatnya tidak penting seperti membeli baju, ke salon, dan piknik. Saya selalu menghibur diri, kelak peralatan ini akan mendatangkan gantinya. Saya juga masih mengunjungi banyak tempat untuk menulis atau membuat video. 

Salah satu portofolio saya terbentuk oleh program Melihat Indonesia-nya Metro TV. Awalnya, saya ingin mendokumentasikan tentang seorang teman yang membangun beberapa perpustakaan di tepian Toba. Saya ingin banyak orang terinspirasi oleh usahanya mengumpulkan dana dan relawan. Ia juga mengubah sebuah perahu menjadi perpustakaan terapung. Saya kemudian teringat sebagai alumni Eagle Award Documentary Competition, saya punya kesempatan untuk mengisi program film dokumenter di Metro TV. Saya kemudian membuat proposal dan mengirim email kepada produsernya. Produser Eagle menantang saya untuk menyutradarai film lain tentang seorang penari tradisional. Saya bilang iya saat itu juga. 


Dua hari kemudian, saya sudah mulai syuting. Padahal, saya baru saja pulang dari Lombok dan sama sekali tidak punya bayangan tentang ceritanya. Saya menyusun ceritanya sambil jalan. Beberapa waktu kemudian, film tersebut dibeli Garuda Indonesia untuk ditayangkan di penerbangannya. Sampai saat ini, saya masih mengerjakan film untuk Melihat Indonesia. Saya senang karena punya karya yang ditonton banyak orang. Di tiap film saya berusaha menyelipkan nilai-nilai yang saya percaya. Saya memilih tokoh-tokoh yang pekerja keras, murah hati, dan berguna untuk orang lain. 

Mengerjakan Melihat Indonesia, membuat saya teringat beberapa mimpi lama. Punya film panjang dan program TV sendiri. Saat ini, saya sedang menulis cerita untuk film dokumenter panjang pertama saya. Sambil belajar dan mencari cara untuk mendanai juga mendistribusikannya. Sepertinya, saya belum sah menyebut diri pembuat film dokumenter sebelum memiliki film yang diputar di festival-festival internasional. Selain itu, saya juga sedang mengumpulkan vlog dan program tv tentang travel. Sebagai referensi untuk mengembangkan sebuah program TV tentang wisata ke kota-kota kuno di Indonesia. Jika terlaksana, program ini akan mengajak orang untuk belajar sejarah. 

Dari dulu, saya ingin punya acara televisi sendiri. Saya benci sebagian besar program televisi yang ada saat ini. Mereka banyak melakukan pembodohan dan mengajarkan orang untuk mendapatkan sesuatu dengan cara instan. Bantu doanya semoga bisa terlaksana tahun ini juga. 



Memiliki waktu kerja flexibel membuat saya dapat melakukan kegiatan sosial. Salah satunya, bergabung dengan Majalah Pelangi—bacaan anak yang dipasang di 170 sekolah di berbagai penjuru Indonesia. Saya mengisi rubrik Jelajah Negeri yang mengajak anak-anak untuk mencintai Indonesia. Saya juga menulis tentang permainan tradisional dan pengetahuan umum di kolom lainnya. Tiap kali menulis dari pojokan rumah, saya membayangkan artikel tadi dibaca oleh anak-anak SD di berbagai penjuru Indonesia. Beberapa diantaranya ada di perbatasan dan kesulitan mendapatkan bacaan yang baik. Semoga yang kami lakukan bisa membuat mereka mengganggap membaca itu menyenangkan. Selain mengisi Pelangi, sesekali saya mengajar menulis, membacakan buku, atau menemani anak-anak di beberapa komunitas membuat video. Saya percaya seseorang akan merasa hidupnya berarti jika bisa membagikan ilmu dan waktunya untuk orang lain. 

Kerap mengikuti kelas atau mewawancarai orang-orang hebat, membuat saya sadar jika mereka adalah para pembelajar yang baik. Mereka punya ilmu dan bisa mengubah ilmu tersebut menjadi karya. Tadinya, saya menargetkan membaca 20 sampai 40 buku dalam setahun karena saya kerap mengkampanyekan pentingnya membaca. Saya harus memulainya dari diri sendiri. Buku juga membantu saya mengubah cara berpikir yang nantinya akan merubah nasib saya. Ia banyak memberi tahu tentang orang-orang hebat dan apa yang mereka lakukan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan. Saya juga berusaha datang ke acara seminar atau mengunjungi orang yang lebih dahulu sukses. Penting untuk selalu dikelilingi orang yang beraura positif agar kita tidak cepat menyerah saat menginginkan sesuatu. 

 
Memiliki jadwal kerja dan pemasukan yang tidak bisa ditebak, rentan membuat stres. Saya menyempatkan diri untuk berjemur di pagi hari untuk menjaga kadar serotonin. Selain itu, saya menghindari pemakaian handphone di atas jam 9 malam. Jika tidak terpaksa, saya bahkan punya aturan mematikan laptop atau komputer sebelum magrib. Berjemur dan mengurangi penggunaan gadget juga membantu orang untuk tidur lebih nyenyak. Di malam hari, saya lebih banyak membaca dan menulis menggunakan kertas. 

Menjadi pekerja lepas, kadang memaksa saya untuk banyak bekerja. Meskipun demikian, saya harus berusaha untuk sehat. Musuh utama saya adalah kurang tidur. Idealnya, manusia perlu tidur antara 7 sampai 8 jam sehari. Mengejar penerbangan pertama atau mengerjakan naskah menjelang tenggat sering membuat saya kesulitan memenuhinya. Setiap kurang tidur, sel T-Cell yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh lemah. Kita jadi mudah terserang penyakit dan virus. Selain itu, kurang tidur menyebabkan fokus seseorang berkurang dan membuat otak lambat bekerja. Saya bakal kesulitan merangkai kata atau mencari ide untuk membuat video. Saat banyak pekerjaan, saya juga cenderung menyukai makanan yang praktis dan enak di lidah. Apalagi kalau keluar kota. Belum lengkap rasanya tanpa mencoba aneka ragam makanan lokal. Sayangnya, makanan ini tidak mengandung asupan nutrisi, vitamin, dan mineral yang tubuh butuhkan. 

Idealnya kita mengonsumsi beragam makanan untuk mencukupi kandungan magnesium, zinc, dan vitamin yang lengkap. Agar kebutuhan magnesium terpenuhi, makanan kita harus memiliki unsur sayuran hijau, kacang-kacangan, atau rempah. Magnesium yang terkandug didalamnya berfungsi mengatur metabolisme tubuh dan membuat stamina terjaga. Tubuh juga memerlukan zinc yang ada di bayam, biji-bijian, atau daging merah. Fungsi Zinc ini untuk menjaga kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan memelihara hormon testosterone untuk pria. Selain itu, kita memerlukan kecukupan asupan vitamin agar tubuh bisa berfungsi optimal. 

Mulai vitamin A yang menjaga penglihatan normal dan memelihara sistem reproduksi. Vitamin A bisa kita peroleh dari sayuran berwarna kuning dan buah seperti manga dan pepaya. Lalu ada vitamin B.komplek yang berfungsi menjaga produksi energi agar tubuh tidak mudah lelah, menjaga system saraf, menjaga pencernaan, hingga menjaga kesehatan rambut dan kuku. Vitamin B ini bisa didapatkan dari mengonsumsi nasi, gandum, kedelai, biji-bijian, ikan, keju, atau susu. Yang tidak kalah penting, tubuh juga memerlukan Vitamin C yang membantu metabolisme tubuh. membantu penyerapan zat besi, dan menangkal radikal bebas. Vitamin C bisa kita dapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, manga, papaya, tomat, dan kentang. Juga ada Vitamin D yang berfungsi menjaga kesehatan tulang dan gigi. Supaya kita memiliki tulang dan otot yang kuat. Vitamin D bisa ditemui pada minyak ikan, hati sapi, keju, kuning telur. Agar sel tubuh aman dari serangan radikal bebas, kita memerlukan Vitamin E yang banyak terdapat di buah-buahan, produk susu, kacang-kacangan, pisang, juga strawberry.

Saat enggan ribet, saya mengganti asupan tersebut dengan suplemen kesehatan. Di kotak obat saya, ada persediaan Theragran-M. Saya memilih suplemen tadi karena sudah terbukti bertahun-tahun. Ia diproduksi sejak tahun 1976 lo. Selain itu, suplemen ini vitaminnya lengkap. Ada vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D, dan Vitamin E. Kandungan yodium, magnesium dan zinc-nya membuat Theragran-M menjadi vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.  Harganya juga terjangkau. Satu kemasan isi 4 tablet dijual dengan harga antara 15.000 hingga 21.000.  Harga yang tidak mahal bagi vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan.

Tubuh sehat akan membantu saya punya performa bagus untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Orang-orang hebat yang saya temui kerap mengatakan hal serupa dengan bahasa yang berbeda. Mereka mengajarkan jika kita belum bisa mengerjakan hal besar, lakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar setiap hari. Tugas kita hanya melakukan hal yang ada di depan mata sebaik mungkin. Kalau sudah saatnya, kelak Tuhan akan membalasnya dengan hal besar. Kelak saya ingin menuliskannya dalam sebuah buku jika bisnis ini dimulai hanya dengan modal sebuah kamera mirorless, satu pojokan kecil di rumah, juga niat. 

Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

39 komentar :

  1. Keren mba Lutfii.. tayangan ditelevisi sekarang memang harusnya yang benar2 mendidik, bukan malah membodoh2i .. tapi herannya film kayak gtu banyak yang nonton jadi ratingnya tinggi... Semangatt mba untuk karya2nyaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya mereka menonton karena tidak ada alternatif lain yang lebih baik. Berhubung menonton tv sudah jadi kebiasaan, jadi lingkaran setan deh. Padahal sifat orang dibentuk apa yang ia baca, dengar, dan lihat. Semoga kita bisa memberi tontonan yang baik untuk orang lain.

      Hapus
  2. Waw ternyata dibalik sifatmu yang ramah ternyata kamu.memiliki talenta yang nggak semua orang punya. Sukses terus ya Lutfi, senang bisa berteman denganmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang berteman dengan mas juga. Semoga bisa ketemu dengan anggota keluarga biru lainnya

      Hapus
  3. Lanjutkan perjuangannya ya, maju terus, bikin tayangan audio visual yang menarik. Dan, jangan lupa bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... Harus bikin program tv sendiri. Dan bikin film dokumenter panjang.

      Hapus
  4. Ini yang seharusnya kita (khususnya aku) juga ikuti. Membuat format kehidupan sendiri, membuat sistem sendiri, tidak mengikuti sistem orang, namun bisa ber-dealing kooperatif dengan sistem lain.
    Ini juga yang seharusnya kelak akan terjadi, orang benar-benar menjadikan base-kehidupannya termasuk kantor, adalah di rumah.
    Joss jeng Lutfi.. Semoga menginspirasi banyak orang. (termasuk saya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... Semoga kita bisa dikelilingi orang-orang baik dan bisa melakukan kebaikan untuk orang lain.

      Hapus
  5. Waow asiknya punya kantor sendiri. Btw rak bukunya jadi pengin punya nih. Btw juga komputernya american standard ^_^, kalau dipakai buat ngerjain video pasti was wus gitu, punyaku masih pake lepi saja ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rak bukunya itu bikin sendiri. Dari kayu diplitur. Gampang kok. Tinggal beli siku yang bagus. Iya, iMac emang buat ngedit.

      Hapus
  6. Wahhh keren abissss...pengen kerjaan yang kayak gini lho...seru banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerjaanmu juga keren om. Bisa keliling dari hotel ke hotel.

      Hapus
  7. aku tau dirimu nanti akan jadi orang hebat..
    selalu suka tulisan dan aktivitasmu sejak dulu
    sukses mbak Lutfi..
    insha Allah suatu saat pengen kopdar ya, rencana2 mulu nggak jadi2 he.. he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Monda untuk doanya. Ayo ketemu. Aku juga salut sama mbak yang bisa rutin nulis. Dan detail tulisan sejarah mbak bagus.

      Hapus
  8. Bagus banget tuh mba, disela sela kegiatan kita yang banyakk dan menguras tenaga alangkah lebih baik diberikan obat obat yang dapat menyehatkan tubuh dan menyegarkan tubuh juga, supaya apa yang kita lakukan dan kita perbuat dapat berjalan dengan lancar tanpa adanye kendala sesuatu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... Di kotak obat aku ada macam-macam buat pencegahan.

      Hapus
  9. Goodluck mbak, semoga cita-cita membeli tanah di kaki gunung merapi/merbabu tercapai, jadi saya bisa maen maen kesana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kau ikut beli tanah di samping rumah gimana? Biar bisa aku palakin kalo nanti butuh duit tambahan buat kegiatan. Mari selamatkan dunia

      Hapus
  10. Mbaak kasih rekomendasi rumah kontrakan daerah jaksel dong.. ak rencana mau sewa rumah kontrakan biar bisa hidup damai dan istri jg bs berkreasi seperti mbak retno :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jakselnya di daerah mana? Ciganjur asyik sih. Masih banyak pohon dan suasananya semi kampung.

      Hapus
    2. Ciganjur mah 11-12 sama di grogol limo fid, setauku rumus dirimu cari tempat tinggal, enak+murah+ngirit... ya kan :D klo di ciganjur berarti tetap hrs lewat jalur yang sama kayak di grogol limo, selisih 5-6 km ajah

      Hapus
  11. Sukses ya kak. Semoga do dan harapan buat rimah d kaki gunung tercapai kakm Amiiin. Bru komen neh kak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Beberapa tahun lagi main ya? Jadi relawan di sekolah. Bisa nemeni anak2nya mendongeng atau menulis.

      Hapus
  12. Keren oh profesimu, aku iri padamu, hehehe..
    Sukses selalu yaa ��

    BalasHapus
  13. Multivitamin ini bisa dibeli dimana kak? apotik biasa atau apotik tertentu kayak Century

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin beli di apotik biasa. Di century dan guardian juga ada.

      Hapus
  14. hai Kak, duh kenapa aku baru melipir ke rumah cantikmu ini, Kak.. Dan sejak pertemuan kita terakhir di JCC, lama tak ngobrol lagi, dan ku sekarang di Jbr :) Aku salut dengan semua usaha yang dilakukan, melakukan sesuatu untuk banyak orang memang harus dari hati dan niat yg tulus. Jgn lupa jaga kesehatan :) Go ahead, Kak. Salam cinta dari Jember :*

    BalasHapus
  15. Seberat apapun kerjaan, intinya hati harus happy, banyak energi positif nanti badan bisa perbaiki sel-selnya sendiri, tentunya dengan makanan sehat dan tepat waktu, tepat waktu itu bukan 3 kali sehari, tp saat lapar sesuai sunnah rasul... bener gak siyyy hahaha... klo dirimu hrs banyak makan mbak, ben ora kurus2 banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... Aku harus lebih banyak makan biar gendutan. Tapi ini bawaan sih. Metabolisme tubuhku terlalu cepat.

      Hapus
  16. Aku suka nonton melihat Indonesia lhoo,..dan baru tahu itu hasil tangan dinginmu mba.
    Temen sekelasku ada jg alumni eagle awards

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa namanya? Kemungkinan kita saling tahu nama. Alumni eagle biasanya masih tahu satu sam lain

      Hapus
  17. Baru tahu kalo mbak alumni eagle awards🙈

    BalasHapus
  18. Keren semoga harapannya bjsa terwujud dan sukses mba.

    Btw nasi minyak Kampung Arab Al Munawarnya bikin saya mengenang suasana kita menyantapnya, sedap dan akrab ��

    BalasHapus
  19. goodluck mbak. salut lah sama mbak yang satu ini.
    dibalik sibuknya aktivitas masih sempet buat berbagi sama orang lain juga. semoga bisa terus menjadi inspirasi :)

    pengen juga punya ruangan kerja sendiri di rumah gitu, tapi apa daya...belum bisa merealisasikan hihi.

    BalasHapus
  20. Kalau boleh jujur, dulu aku kira kamu becanda lho pas bilang suka bikin film dokumenter. Sama kayak keinginan sambil lalu pas aku SMA. Tapi begitu lihat tayangan di Metro TV itu, dirimu emang pekerja kreatif yang rajin berusaha. Beberapa scene, aku suka banget.

    Kalau soal bacaan, setahun sih aku masih baca lebih dari 50 buku. Semoga dirimu juga tambah semangat bacanya. Yang jelas, semoga sukses. Jangan lelah dan cepat puas dalam berkarya, karena tinggi hati mengurangi rezeki, dan rendah diri mematikan potensi. Untung kita sudah pernah ketemu dan jalan bareng yes. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya dah nonton filmku. Seneng rasanya tiap orang bilang bagus lo

      Hapus
  21. Wah mbak lutfi, ternyata u begitu keren dan menginspirasi yah. Semoga selalu dalam keadaan sehat sehingga banyak impiannya yang bisa tercapai. Amin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi akun instagrammu masih jauh lebih keren :D

      Hapus
  22. aku suka ruangan kantormu.. oh ya pake macbook itu rumit gak lutfi?

    BalasHapus