Jumat, 16 Desember 2016

Belanja Hore di Pasar Ular, Jakarta


Saya tertarik berbelanja ke Pasar Ular di Jakarta Utara gara-gara cerita tetangga saya. Ia sering menunjukkan baju-baju dengan label seperti Zara, Mango, H&M, atau Espirt. Katanya, ia membeli dengan harga per potongnya dibawah 50 ribu rupiah. Gimana nggak ngiler coba?

Saya pergi ke sana berdua dengan Gugun, suami saya. Karena datang dari arah selatan, kami lebih berhenti dulu di Pasar Ular Permai yang beralamat di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasar Ular ini letaknya persis di pinggir jalan. Bentuknya seperti kios-kios kecil berderet. Ada beberapa lorong kecil yang muat untuk satu orang. Sebagai orang yang tidak bekerja dari jam 8 ke 5, kami sengaja memilih jam kerja untuk datang ke sini. Supaya kami bisa puas melihat-lihat tanpa berdesakan dengan pengunjung lain.


Dari luar langsung terlihat kios-kios penjual keramik. Ada piring, teko, pot, dan banyak perabot rumah tangga. Ada juga magnet tempel bergambar macam-macam negara. Barang-barang ini didatangkan dari Cina. Ibu-ibu rumah tangga yang hobi mengoleksi barang pecah belah pasti senang membongkar-bongkar barang-barang di sini. Masuk ke dalam, banyak toko-toko yang menjual kristal  dan pajangan pengisi almari. Ada juga beberapa penjual lampu-lampu hias warna-warni. Suasananya seperti toko barang antik di Maroko. Sayang tempatnya di lorong-lorong gelap. Kami tidak bisa mendapat foto dengan cahaya cukup di sini.


Pasar Ular ini memiliki banyak pedagang dengan barang yang beragam. Ada toko khusus parfum, tas, sepatu, dan kacamata. Beberapa toko menjual jaket, celana, dan sabuk laki-laki. Beberapa menjual barang bagus dengan harga di bawah pasaran. Saya masih berencana kembali ke sini untuk membeli koper. Kemarin saya sempat melihat koper dengan harga hanya 400 ribuan. Kalau di toko, barang serupa bisa dua kali lipatnya.


Lokasi ke dua di Pasar Ular Plumpang. Letaknya di daerah Koja, Jakarta Utara. Letaknya mungkin hanya sekitar satu kilo dari Pasar Ular Plumpang. Pasar isinya kios-kios kecil yang lebih rapat. Ada satu jalan memanjang di tengah lorong. Sepertinya kalau akhir pekan tempat ini pengunjungnya bisa berdesak-desakan. Saya akhirnya berbelanja di sini. Mencari beberapa baju dan kemeja untuk dipakai jalan-jalan.


Beberapa orang yang saya temui berkata kalau istilah Pasar Ular berasal dari barang-barang kapal. Dahulu, barang yang dijual di sini merupakan barang gelap yang dibawa oleh kapal. Tidak heran kalau kita bisa menemukan produk bermerek dengan harga jauh lebih miring. Misalnya, sebuah merk membutuhkan 1000 potong baju. Pabrik tempat produksinya membuat 2000 potong dan hanya memilih 1000 potong yang lolos quality control. Barang lain yang tidak sempat diedarkan inilah yang kemudian dijual di pasar gelap. Termasuk di Pasar Ular.


Tapi itu dulu, saat ini barang-barang tersebut bercampur dengan barang kw. Kita harus jeli-jeli memilih barang. Di sana, saya batal membeli sebuah jaket karena melihat lubang di salah satu lengannya. Ada juga yang kancingnya hilang satu. Barang di sini sebagian besar bisa ditawar. Beberapa baju yang saya beli harganya cuma separuh harga permintaan penjualnya. Belanja baju di sini itu seperti berburu harta karun. Kita harus rajin-rajin mencari di tumpukan. Mana yang barang bagus dan mana yang barang kw. Lalu, hati-hati kalau pergi di tempat ini saat ramai. Pasar merupakan lokasi strategis copet untuk berburu.

Tidak ada salahnya berkeliling dulu untuk melihat-lihat. Daripada nanti menyesal sudah terlanjur membeli di satu kios kemudian melihat barang bagus di toko lain. Mungkin sediakan waktu sekurangnya dua atau tiga jam untuk melihat-lihat sambil berbelanja. Biasanya, pedagang di Pasar Ular Plumpang ini menggelar dagangan antara jam 09.00 sampai sekitar pukul 05.00.

41 komentar :

  1. Wiii cocok buat dicoba, harus pasang muka emak-emak kalo mau nawar kali ya mbak hehe
    mohon kunjungannya https://dwijayantiw.wordpress.com/ mbak

    BalasHapus
  2. Pasar uler, pasar rumput, pasar apa lagi yah yang namanya lucu-lucu.. ahahahha :D Aku kurang bisa nawar. Trauma gara-gara diusir dari toko hahahahahhaahhahahahahha. Akhirnya kalo mau ke tempat jual-beli yang butuh tawar-tawaran, aku bawa sepupuku aja ato temenku yang jago nawar.

    BalasHapus
  3. Pasar ular, tapi isinya fashion ya mbak hehe

    BalasHapus
  4. iiih kok keren sih Mba hahahah XD Dari dulu tau tentang pasar ular ini, tapi belum sempet didatangi, baca tulisan ini jadi ngileeer.. :D

    BalasHapus
  5. Pasar ular? aku belum pernah sampai situ. Namanya unik ya, di tempatku ada pasar lanang hehe
    Kapan ya b isa sampai situ, jauhhhh.. tapi mupeng baca tulisannya pingin ke situh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah belum pernah dengar ada nama pasar lanang. Jualan apa itu?

      Hapus
  6. Pasar ini memang cukup terkenal di masyarakat Jakarta.. selain harga miring, koleksi barang dagangan nya juga banyak..

    BalasHapus
  7. Seumur2 baru liah barang2 yang antik kayak diatas... Padahal aku ngekos di semper pelumpang hahah... Tiap hari mah aku lewat situ mulu mbak!...

    BalasHapus
  8. Kalau di daerah jakarta selatan mungkin ini mirip taman puring mungkin yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda. Pasar puring barang kw. Ini barang black market

      Hapus
  9. Ini adek saya yang sering ke Pa'Ul 😀 walau cowok tapi belanja murah begini lebih telaten

    BalasHapus
  10. Masih berjaya yaaa pasar ular ini ???? udah lama banget ngak main kesana. Dulu sekitar 15 th yg lalu sering banget kesana

    BalasHapus
  11. Dari kecil udah pernah denger Pasar Ular tp sampe sekarang belom pernah ke sana. Penasaran jg sama pasar ini deh mba. Ternyata ada dua ya, di Priok sama Plumpang..

    BalasHapus
  12. kalo lensa kamera ada juga engga kak ? apakah harganya murah juga seperti baju dan lain lain.... kalo urusan kejelian belanja harus bawa cewek kesini nih. hehe

    BalasHapus
  13. Pasar ular? Kirain jual-jualan ular gitu... Hahaha...

    BalasHapus
  14. waaa inget banget gw jaman kuliah sering ke sini, nyari baju keren tapi sesuai kantong mahasiswi, hihihi..

    BalasHapus
  15. Wahhh..mupeng deh, pengen kesana juga mb :D

    BalasHapus
  16. dulu mba iparku pernah dpt jaket winter ama sepatunya yg kece paraah :D.. tapi aku snediri blm pernah kesana mba -__-.. awal2 dtg jkt, pas mertua cerita pasar ular, aku pikir di dalamnya jualan ular hahaha, udh siap2 nolak aja kalo diajak kesana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. dulu aku juga bingung kenapa namanya pasar ular

      Hapus
  17. saya makin mupeng ke pasar ular. Harus nitipin anak-anak dulu ke neneknya, nih. Biar saya bisa puas jalan-jalan ke sana, sekalian belanja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Anak kecil bakal cepet minta pulang kalo diajak cuma liat-liat

      Hapus
  18. pasar ularr memang pas dan cocok buat para mahasiswa mba.. kantong pas, kualitas pas..

    BalasHapus
  19. Sering dengar, beberapa kali lewat, tapi karena satu atau lain sebab jadi tidak pernah belok. Ternyata tidak seram tempatnya ya.. :)

    BalasHapus
  20. di bawah 50 ribu rupiah untuk kerajinan unik dan menarik seperti itu? Ya saya ngiler dong. Saya kalau berada di kios itu bakal borong deh, mbak. Soalnya di daerah saya nggak ada kios yang menjual barang-barang indah begitu. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dibawah 50 ribu rupiah itu baju-baju di plumpang. Yang di Permai ada pernik kecil seharga itu juga

      Hapus
  21. Waah, mauuu.
    Saya suka banget jalan2 di pasar hehee.
    Siapa tau nemu yg unik ^^

    BalasHapus
  22. Aku cuman denger aja ada pasar ular di Jakarta tapi belum sempat datang fikirku namanya pasar ular itu kirain isinya jual hewan gtu kek mirip pasar tomohon hahaha taunya bukan jadi pengen kesana :)

    BalasHapus
  23. Kerajinan tangan khas indonesia atau inpor mba, kok bagus2, mahal pasti ya>

    BalasHapus
  24. Suamiku suka cerita pasar ular ini, cuman aku belum pernah menginjakkan kakiku di sana.
    Makasih infonya mba

    BalasHapus
  25. waduh mupeng wkkwkwwk
    kudu sedia dompet tebel kalo ke sini yo Kak :-D

    BalasHapus
  26. Sekilas, Pasar Ular ini mengingatkan saya pada Chatuchak Weekend Market di Bangkok. Untuk bisa lebih membandingkan sih, harus ke sana langsung ya. Selama ini, sudah pernah dengar sih tentang nama pasar satu ini, cuma belum sempat-sempat main ke sana. Masalah saya cuma satu kalau berkunjung ke pasar-pasar macam ini. Soal tawar menawar, saya kurang ahli. Gak tegaan soalnya hahahaha

    BalasHapus
  27. Halo,
    Saya James Loan Funds pemilik legal dari pinjaman yang cepat dan bertanggung jawab itu
    Mengeluarkan pinjaman jangka pendek dan panjang untuk semua individu pribadi
    Dan pria / wanita bisnis siapa pun yang berminat harus menghubungi lebih
    Rincian: jamesloanfirm72@gmail.com

    Maafkan saya karena mengganggu waktu Anda yang berharga.

    Ini adalah Lembaga Penjamin Keuangan; Kami mengkhususkan diri dalam pendanaan
    Dan menawarkan tingkat Pinjaman @ 3% kepada individu dan perusahaan yang berkepentingan
    Yang mencari bantuan keuangan dan pertumbuhan bisnis atau bisnis
    Dana ekspansi Kami menawarkan Pinjaman dengan jaminan yang dapat diandalkan untuk semua
    Pelamar yang memenuhi syarat: jamesloanfirm72@gmail.com

    BalasHapus