Rabu, 30 November 2016

Multitasking ala Pekerja Lepas




Saya hanya tersenyum tiap orang berkomentar pekerjaan saya menulis dan membuat film itu menyenangkan. Mereka bilang, asyik ya, bisa bekerja dari rumah tanpa perlu keluar ongkos dan tua di jalan. Katanya, saya juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk liburan karena sering terbang ke tempat-tempat cantik di berbagai penjuru Indonesia dan dibayar untuk itu. Sayangnya, mejadi pekerja lepas tidak seenak kelihatannya. Kadang, kami harus bekerja lebih keras dan menguasai banyak keahlian untuk membayar tagihan dan punya tabungan pensiun.


Saya menjadi pekerja lepas sejak ikut suami pindah ke Jakarta, dua tahun lalu. Saya tidak bekerja karena enggan terkena macet untuk bekerja 8 jam sehari di kantor. Saya memutuskan untuk tidak bekerja. Awalnya, saya menulis dan membuat film hanya untuk mencari kesibukan dan teman. Lama-lama, saya berfikir sayang kalau melakukan sesuatu setengah-setengah. Saya juga teringat ingin pulang ke kampung halaman saya di Yogyakarta. Untuk itu, saya harus memiliki tabungan yang cukup untuk membeli tanah dan mendirikan sekolah seperti mimpi masa kecil saya. Itu artinya, saya harus mengubah hobi menjadi pemasukan.

Salah satu keuntungan menjadi pekerja lepas adalah bisa mengatur waktu sendiri. Saya tidak perlu pergi ke pagi dan pulang subuh tiap hari. Tapi, sekali waktu saya lebih sibuk daripada pekerja kantoran. Pernah saya dan suami pergi melakukan liputan di beberapa propinsi. Tiap minggu, kami terbang dengan pesawat pertama pada hari Selasa. Itu artinya, kami harus berangkat sebelum subuh dari rumah. Hari Sabtu, kami kembali ke Jakarta dengan pesawat terakhir. Rutinitas itu berulang selama berminggu-minggu. Saya sempat merasa jenuh dengan perjalanan.



Seorang pekerja lepas juga harus pandai mengatur waktu. Tak jarang ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Seperti beberapa waktu lalu saat saya menyutradarai behind the scene untuk sebuah stasiun TV. Menjelang editing, saya tidak terlalu banyak campur tangan. Untuk memanfaatkan waktu tersebut, saya menerima tawaran untuk menulis naskah untuk sebuah Kementrian. Tanpa dugaan, saya mendapat permintaan mendadak untuk membuat sebuah company profile. Klien kami hanya memberi waktu 16 hari untuk riset hingga video tersebut selesai. Jadilah saya pontang-panting mengerjakan ketiganya. Dalam sehari saya hanya tidur dalam beberapa jam. Dalam perjalanan di mobil untuk bertemu klien, saya masih mengetik atau merapikan jadwal dan naskah untuk dipresentasikan. Oh iya, saya juga menjadi kontributor untuk sebuah majalah anak. Selain mengerjakan ketiga hal tadi, saya masih harus menulis artikel.


Kalau sedang sibuk seperti itu, sepertinya saya membutuhkan Acer Switch Alpha 12 yang beratnya hanya 1,25 kilogram. Laptop tersebut ringan sehingga dapat saya gendong ke mana-mana di dalam tas tanpa merasa sakit punggung. Modelnya juga bisa diubah dalam bentuk tablet, sehingga gampang jika saya ingin mengerjaan sesuatu di mobil atau sekadar membaca e-book saat menunggu pesawat atau syuting. Karena laptop ini memiliki system LiquidLoop, Acer Switch Alpha 12 tahan digunakan berjam-jam tanpa cepat panas. Serunya lagi, sistem ini tidak menggunakan kipas, jadi kita tidak terganggu oleh suara berisik saat bekerja atau main.

Menjadi pekerja lepas, membuat saya harus punya nilai jual atau keahlian lebih. Saya harus pandai memanfaatkan waktu untuk meng-upgrade pengetahuan. Yang paling sering adalah dengan membaca buku dan menonton film. Supaya saya memiliki referensi untuk meningkatkan kualitas tulisan dan video buatan saya. Dalam setahun saya menargetkan untuk membaca antara 20 sampai 30 buku. Juga menonton sekitar 30 sampai 40 film. Sepertinya laptop yang fleksible seperti Acer Switch Alpha 12 mempermudah saya untuk melakukan keduanya di sela aktivitas lain. Saya juga tertarik dengan laptop ini karena memiliki teknologi BlueLight Shield yang membuat mata tidak mudah lelah setelah berjam-jam menatap layar. Hal yang sangat penting untuk orang-orang yang bekerja sekaligus bermain dengan laptop. Satu lagi, laptop ini memiliki prosesor yang kuat untuk melakukan beragam aktivitas. Sesuai dengan taglinenya: Acer Switchable Me.

Selain kemampuan teknis, seorang pekerja lepas itu juga harus memiliki kemampuan berteman dan marketing. Sebagus apapun karyanya, akan percuma tanpa kemampuan mencari klien. Saya dan suami yang mengelola penyedia layanan audio visual membuat web khusus untuk mempromosikan jasa pembuatan video kami di www.banyumilisinema.com. Saya juga kerap datang ke acara reuni atau kumpul-kumpul untuk berjejaring. Siapa tahu kelak ada yang menjadi klien. Juga termasuk mengirim email atau presentasi ke calon pelanggan.


Satu kelemahan utama pekerja lepas adalah tidak ada pemasukan tetap. Itu artinya, selain mencari klien, kami harus pandai mengatur keuangan. Saya sendiri memisahkan uang menjadi tiga. Ada yang untuk kebutuhan harian, tabungan, dan investasi. Tabungan saya belikan emas atau deposito. Kelak akan saya pakai untuk membeli tanah dan mendirikan sekolah. Sedangkan tabungan investasi saya pergunakan untuk membeli peralatan pembuatan film. Karena sewa kamera dan alat editing bisa mencapai harga jutaan per harinya, lebih baik jika kami memiliki sendiri. Dan saya sedang berpikir untuk memiliki laptop dari Acer Indonesia ini karena sesuai dengan kegiatan saya yang beragam.

Selain bekerja, seseorang butuh bersosialisasi untuk menyeimbangkan hidupnya. Saya menyisihkan beberapa hari dalam sebulan untuk melakukan kegiatan sosial. Karena saya pecinta buku yang mengkampanyekan pentingnya membaca, kegiatan tersebut tidak pernah jauh-jauh dari buku. Yang pertama, menjadi penulis untuk Majalah Pelangi, sebuah majalah anak yang didistribusikan gratis di 170 sekolah dasar di 17 propinsi.  Sekali waktu, saya datang ke taman bacaan, sekolah, atau pesantren untuk mengajar atau mendongeng. Setiap mendapatkan proyek besar atau memenangkan lomba pasti ada yang saya sisihkan untuk membelikan buku untuk sebuah taman bacaan.



40 komentar :

  1. memang acer switch alpha 12 ini ringan plus bagus. jadi buat pekerja lepas juga sangat membantu

    btw salut deh dengan kegiatan sosial nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih. Masuk di daftar barang untuk dibeli. Makasih. Kalo kau di Jakarta, gabung yuk dikegiatan sosialku

      Hapus
  2. Ruaaarrr biasa mbak yang satu ini. Semoga tambah sukses dan maju usahanya. Baru tau Kalo Acer switch alpha 12 ini nggak butuh kipas buat mendinginkan (biasanya Acer kan cepet panas batereny)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga baru tahu waktu baca-baca tentang produknya.

      Hapus
  3. jika kitΓ  sudah menyenangi pekerjaan, perasaan sulit itu akan sirna, berubah menjadi suatu kenikmatan kerja yang terus melahirkan ide-ide, gagasan, dan kehidupan baru, serta kebahagian baru. Desember hari pertama, akhir tahun. Teruslah berkarya freelancer! ini statusku pagi ini, semoga kita terus berkarya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk. Punya karya lebih bagus supaya bisa dibayar lebih mahal

      Hapus
  4. Keren banget Mba Lutfi salam kenal dari Cimahi :) semoga sehat sll y mba dan gudluck lombanya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak. Salam kenal juga. Tadi sudah aku follow balik di instagram. Keep in touch ya?

      Hapus
  5. Hai mbak, salam kenal dari Lombok. Sepertinya ini kunjungan pertama saya di blog mbak.

    Sama nih mbak..saya pun pekerja lepas nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ini kunjungan pertama mbak ke sini. Salam kenal juga. Yuk punya karya lebih baik supaya dibayar lebih mahal :)

      Hapus
  6. Pekerja lepas, memang begitu, harus pandai mengatur waktu. Dengan Acer Switch Alpha, deadline seabrek bisa kelar tepat waktu.

    Salam kenal juga, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak, Sering-sering saling mampir ya?

      Hapus
  7. Sesama pekerja lepas..i know how you feel. Emang butuh "senjata" ampuh buat kemarin kerjaan. Smg segera terwujud punya Acer terbaru. Sukak sama proyek kerja sosial nya πŸ˜‡πŸ˜‡

    BalasHapus
  8. Sesama pekerja lepas..i know how you feel. Emang butuh "senjata" ampuh buat kemarin kerjaan. Smg segera terwujud punya Acer terbaru. Sukak sama proyek kerja sosial nya πŸ˜‡πŸ˜‡

    BalasHapus
  9. Kak ... Pulang subuh mulu itu kerja nya apakah ?? Pasti dugem mulu yaa hahaha #Kabur

    BalasHapus
  10. Saya pun pekerja lepas as private teacher, ya walau masih ada income pasti perbulannya. Adanya laptop keren memang membantu banget untuk profesi yang lebih dari satu ini πŸ˜€ biar semuanya seiring

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Ini lagi belajar bagi waktu supaya bisa punya karya lebih bagus

      Hapus
  11. Alhamdulillah ada yang iri dengan pekerjaan freelancer. Rumput tetangga memang lebih hijau!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi. Lucunya, tiapkali saya menulis untuk amal atau membuat proposal, nenek tetangga sebelah sering kepo. Dia berkomentar: enak ya di depan laptop saja bisa dapat duit.

      Hapus
  12. aku juga pake Acer sih buat ngeblog sm ngantor,semoga menang ya tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Kakak. Salam kenal dan terimakasih sudah mampir.

      Hapus
  13. Waaaa ada yang buka-buka rahasia suksesnya nih, makasih mbak sudah share :)

    BalasHapus
  14. Baru akan meniti jalan menuju sukses. Terimakasih sudah mampir.

    BalasHapus
  15. Iya, sih. Menanggapi komentar seperti itu mendingan disenyumin aja. Saya malah sering salut dengan mereka yang total jadi freelancer. Padahal bener tuh kalau freelancer masalah utamanya adalah gak ada pemasukan tetap.

    Semoga menang, ya. Dan, semain sukses jadi freelancernya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kakak. Yuk kerja lebih cerdas supaya punya tabungan dan karya

      Hapus
  16. Freelancer udah kayak wiraswasta, harus pinter atur duit sendiri... walah saya mungkin boleh dikatakan belum berani ambil risiko seperti ini.....salut sama para pekerja lepas...bebas bisa berkelana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Resikonya lebih tinggi. Tapi kalo dijalani dengan baik hasilnya juga sepadan dengan resikonya.

      Hapus
  17. Salam kenal Kak, tulisannya menginspirasi banged karena kebetulan saye seorang freelancer juga. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ada blogger senior mampir. Terimakasih :)

      Hapus

  18. Haha jujur kak. Aku ini tahap proses mahasiswa akhir yang dirundung ketakutan dan tidak siap menghadapi kerjaan apalagi kalau harus matengin layar dikantor dalam ruangan aakkk pasti membosankan.

    Nyatanya memang harus gt ya kak, berani ambil resiko dg apa yg kita mau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak orang mulai dengan kerja di kantoran dulu kok. Buat ngumpulin tabungan dan relasi. Gud luck ya apapun pilihanmu

      Hapus
  19. halo mbak,
    berarti sudah lama sekali nggak saling kunjung ya,
    selamat atas pernikahannya...
    sekarang full di dunia kreatif ya,
    good luck

    btw, blog di wp masih ada?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak. Blog di WP sudah tidak aktif. Sekarang semua dipindah di satu blog. Lebih gampang ngelolanya. Iyaa... sampai blog mbak sudah berubah jauh.

      Hapus
  20. semoga menang lomba blognya ya mbak, perempuan memang harus bisa multitasking atau memang hanya perempuan yang mampu berperan ganda dalam banyak hal.

    BalasHapus
  21. Luar biasa mbak.
    Tulisan mbak sangat menginspirasiku untuk tidak setengah-setengah.

    BalasHapus
  22. Aku juga sementara masih betah untuk freelance mbak. Meskipun kuliah baru aja selesai plus ortu udah nyuruh cari steady job, tetep nyaman kerja apa yang disenengin sih. Meskipun sering balapan deadline dari klien satu sama yang lain, tapi emang itu yang bikin kerasa seru.
    Ngomong-ngomong, bener banget tuh, laptop yang ringan emang sahabat freelancer! Kerja dimana aja jadi lebih gampang. hehehe

    BalasHapus
  23. Pekerja Lepas Akan Selalu Berpacu dan lebih bekerja keras dalam hal apapun salah satunya mencari klien... hanya orang orang hebat yang bisa kerja seperti pekerja lepas

    BalasHapus
  24. wihhh keren, kebetulan saya juga lebih suka freelace heheh

    BalasHapus