Minggu, 21 Januari 2018

Merayakan Dolanan Tradisional di Banjarnegara


 Sabtu, 20 Januari lalu saya datang ke Acara Elingpiade—sebuah Festival Dolanan Tradisional.  Sejak pagi, lapangan The Pikas Resort, Banjarnegara ramai oleh lebih dari 1.800 peserta. Mereka adalah murid-murid sekolah-sekolah Cokroaminoto di Banjarnegara. Yang membuat saya salut, acara seramai ini tidak memiliki sponsor. Dananya diambil dari uang patungan sekolah-sekolah tersebut. Panitianya terdiri dari para relawan yang saweran untuk konsumsi setiap kali mengadakan pertemuan.

Jumat, 15 Desember 2017

Suatu hari di Polewali Mandar, Sulawesi Barat


Saat mendapat tawaran untuk datang ke Polewali Mandar, saya sempat kebingungan mencari transportasi menuju tempat tersebut. Awalnya, saya dan suami ingin turun di Makassar dan menyewa mobil menuju ke Polewali Madar. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Sayangnya, kami sudah terlanjur dibelikan tiket menuju Mamuju. Saya kemudian menelpon penyewaan mobil yang nomernya saya dapat lewat google. Saya sempat kaget karena empat penyewaan mobil yang saya hubungi rata-rata menyebut angka diatas satu juta untuk rute Mamuju—Polewali Mandar. Kami kemudian memutuskan menggunakan mobil dari Bandara Mamuju. Dan, di sana kami “hanya” kena biaya Rp. 750.000 untuk sekali jalan. Harga tersebut sudah termasuk bensin.

Senin, 04 Desember 2017

Perjalanan menuju Jantung Kalimantan



Saat berada di Polewali Mandar, saya mendapat pesan dari Aliansi Organis Indonesia. Mereka meminta saya dan suami membuat video kegiatan sebuah program di pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Saya langsung tertarik karena lokasinya ada di Jantung Kalimantan. Di desa-desa yang terletak di bentang pegunungan Muller dan Schwaner. Salah satu hutan hujan tertua di bumi yang sejak bertahun-tahun lalu ingin saya kunjungi.

Jumat, 24 November 2017

Hallo dari Danau Toba


Pertama kali waktu melihat Danau Toba dari kejauhan, saya merasa takjub. Senang rasanya bisa datang langsung ke tempat yang sejak dulu hanya saya baca atau lihat fotonya. Kesempatan singgah ke Danau Toba ini saya dapat waktu mengikuti suami bekerja di Sumatera Utara. Ia harus mengambil video beberapa narasumber di Kabupaten Simalungun. Karena kabupaten ini merupakan salah satu dari 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, rugi dong kalau tidak jalan-jalan.

Selasa, 24 Oktober 2017

Sebuah Tempat Pulang Bernama Yogyakarta



Kalau sedang bosan dengan Jakarta atau baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita banyak tenaga, saya meliburkan diri. Rutenya selalu Yogyakarta. Yang pertama, karena orangtua saya tinggal di sana. Sebisa mungkin saya menyempatkan diri untuk menengok mereka. Lalu, di kota ini saya memiliki banyak tempat bermain.

Selasa, 10 Oktober 2017

Rumah Ketiga bernama Café Tantular



Awalnya saya sempat tidak menyangka kalau di tengah perumahan Taman Kedoya Baru, Jakarta Barat ada sebuah cafe. Tantular namanya. Saya sempat heran. Benarkah yang nama Tantular ini merujuk pada Empu dari Kerajaan Majapahit yang menulis kitab Sutasoma? Saya baru tahu setelah mendengar penuturan pemiliknya. Mereka memang sengaja mengambil nama tersebut karena kagum dengan filosofi Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan keberagaman Indonesia. Bahkan, logo mereka terinspirasi dari kepala garuda.

Kamis, 17 Agustus 2017

Nasionalisme lewat sepatu



Beberapa tahun ini, saya mulai membiasakan membeli barang kerajinan tangan. Saya suka karena tiap barang unik. Barang tersebut  tidak bisa diproduksi masal karena dibuat satu per satu dengan tenaga kerja manusia. Sebagai pemakai, saya merasa senang karena produk tersebut tidak pasaran. Selain itu, membeli produk kerajinan tangan buatan Indonesia berarti memberi pemasukan pada pembuatnya. Semakin banyak kita memakai produk kerajinan tangan buatan Indonesia, sama dengan membuka lapangan pekerjaan.