Minggu, 09 April 2017

Saat Foto Bercerita tentang Bali di Uma Seminyak


Konon katanya, segala sesuatu itu akan terlupakan jika tidak direkam. Hal tersebut yang dilakukan oleh 7 orang pencerita di pameran foto UNSPOKEN. Kegiatan yang berlangsung di Uma Seminyak, Bali tersebut merupakan bagian dari program “Saya Bercerita”. Vifick—seorang fotografer yang tinggal di Bali—mengajak peserta pameran untuk menggunakan fotografi sebagai medium bercerita.

Kamis, 30 Maret 2017

Mencari Ondel-ondel di Belantara Jakarta

Jakarta-ondel ondel

Tiap sore, jalan depan tempat tinggal saya dilewati rombongan ondel-ondel. Biasanya, satu grup terdiri atas 4 orang. Pemakai boneka ondel-ondel, pendorong gerobak musik, dan dua orang yang mengumpulkan uang receh sebagai pemakai boneka pengganti.

Awalnya, saya pikir kelompok ondel-ondel itu berasal dari daerah seputar Pasar Minggu. Sampai saya dan Gugun datang ke Kampung Kramat Pulo untuk membuat film tentang Ondel-ondel. Separuh penduduk kampung tersebut hidup dari mengamen ondel-ondel. Siang hari, para pengamen ini bertebaran di seputaran Jakarta. Pertama tiba di tempat tersebut saya melihat belasan ondel-ondel berjajar di pinggir jalan dan gang-gang sempit. Kesan pertama saya, ondel-ondel tadi kotor. Berbeda dengan ondel-ondel yang dipajang di pertokoan atau perkantoran setiap ada acara.

Jumat, 03 Maret 2017

Al Munnawar, Kampung Arab Penuh Warna di Palembang


Saat pertama kali datang ke Kampung Al Munnawar, saya tertarik dengan pintu-pintu besar dan jendelanya yang berwarna-warni. Beda sekali dengan foto-foto rumah-rumah kusam yang pernah saya lihat sebelumnya di beberapa blog. Saya baru tahu kalau pemerintah Propinsi Sumatera Selatan baru saja membenahi Kampung Al Munnawar. Hasilnya adalah kampung dengan lorong-lorong bersih yang nyaman untuk berjalan kaki. Tempat yang terletak di kawasan 13 Ulu ini rencananya akan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Palembang.

Rabu, 15 Februari 2017

Merahnya Festival Imlek Indonesia di Palembang

Palembang merupakan salah satu kota perdagangan yang ada sejak jaman Sriwijaya. Kapal-kapal pedagang dari banyak daerah datangan untuk berniaga di daerah ini. Beberapa bahkan menetap dan mewarnai budaya di Kota Palembang. Salah satunya, para pendatang dari negeri Tionghoa. Mereka berbaur dan memberi banyak peninggalan di Kota Palembang. Salah satunya perayaan Imlek.

Selasa, 07 Februari 2017

Glamping Seru di Trizara Resort, Lembang


Saya paling suka liburan di tempat-tempat yang banyak pepohonan hijau dan udaranya masih bersih. Termasuk daerah Lembang, Bandung. Tempat ini sejuk, punya banyak tujuan wisata, dan di sepanjang jalan kita bisa cuci mata melihat para penjual bunga. Beberapa waktu lalu, saya berlibur di sana dan menginap di Trizara Resort, Lembang. Di tempat ini, tamu kemping di tenda tapi dengan fasilitas ala hotel berbintang. Istilah kerennya sih, glamping. Sebelumnya, saya tertarik menginap di Trizara Resort gara-gara melihat foto-foto di akun instagram mereka. Kelihatannya menyenangkan.  

Senin, 30 Januari 2017

Glodok: Wisata Imlek dan Doa-doa Keberuntungan di Awal Tahun



Jika ingin melihat akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia, datanglah ke Glodok. Pecinan terluas di Jakarta ini banyak dihuni oleh para pedagang keturunan Tionghoa. Mereka membawa tradisi dari Negeri Tiongkok termasuk perayaan menyambut musim semi yang dikenal dengan nama Imlek.

Mumpung libur, saya ditemani suami dan seorang teman berniat mengelilingi Petak Sembilan pada tanggal 1 Imlek. Kami sengaja menggunakan kereta api agar leluasa berjalan kaki mengelilingi Pecinan. Sebagian toko di Glodok tutup. Sepertinya, pemiliknya yang keturunan Tionghoa memilih untuk merayakan Imlek bersama keluarganya. Beberapa teman keturunan Tionghoa yang saya hubungi bercerita Imlek merupakan saat berkumpul dengan keluarga. Teman-teman saya, melakukan makan malam bersama keluarga besarnya sehari sebelum imlek. Mereka percaya jika keluarga yang berkumpul akan terlindungi dari marabahaya. Beberapa melanjutkan dengan sembahyang di kelenteng.

Senin, 02 Januari 2017

Dongeng Ala “Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang”



Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu.

Kalimat tersebut merupakan cuplikan dari dongeng yang baru saja saya baca. Saya tertarik membacanya karena menyukai judulnya: “Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang.” Novel karya Gina Gabrielle tersebut bercerita tentang Dunia Mimpi yang terancam hancur. Gadis penjaganya mulai kewalahan menenunkan mimpi untuk orang-orang. Ada lebih banyak orang yang kehilangan harapan daripada persediaan benang miliknya.