Senin, 04 Desember 2017

Perjalanan menuju Jantung Kalimantan



Saat berada di Polewali Mandar, saya mendapat pesan dari Aliansi Organis Indonesia. Mereka meminta saya dan suami membuat video kegiatan sebuah program di pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Saya langsung tertarik karena lokasinya ada di Jantung Kalimantan. Di desa-desa yang terletak di bentang pegunungan Muller dan Schwaner. Salah satu hutan hujan tertua di bumi yang sejak bertahun-tahun lalu ingin saya kunjungi.

Jumat, 24 November 2017

Hallo dari Danau Toba


( GIVEAWAY ) Pertama kali waktu melihat Danau Toba dari kejauhan, saya merasa takjub. Senang rasanya bisa datang langsung ke tempat yang sejak dulu hanya saya baca atau lihat fotonya. Kesempatan singgah ke Danau Toba ini saya dapat waktu mengikuti suami bekerja di Sumatera Utara. Ia harus mengambil video beberapa narasumber di Kabupaten Simalungun. Karena kabupaten ini merupakan salah satu dari 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, rugi dong kalau tidak jalan-jalan.

Selasa, 24 Oktober 2017

Sebuah Tempat Pulang Bernama Yogyakarta



Kalau sedang bosan dengan Jakarta atau baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita banyak tenaga, saya meliburkan diri. Rutenya selalu Yogyakarta. Yang pertama, karena orangtua saya tinggal di sana. Sebisa mungkin saya menyempatkan diri untuk menengok mereka. Lalu, di kota ini saya memiliki banyak tempat bermain.

Selasa, 10 Oktober 2017

Rumah Ketiga bernama Café Tantular



Awalnya saya sempat tidak menyangka kalau di tengah perumahan Taman Kedoya Baru, Jakarta Barat ada sebuah cafe. Tantular namanya. Saya sempat heran. Benarkah yang nama Tantular ini merujuk pada Empu dari Kerajaan Majapahit yang menulis kitab Sutasoma? Saya baru tahu setelah mendengar penuturan pemiliknya. Mereka memang sengaja mengambil nama tersebut karena kagum dengan filosofi Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan keberagaman Indonesia. Bahkan, logo mereka terinspirasi dari kepala garuda.

Kamis, 17 Agustus 2017

Nasionalisme lewat sepatu



Beberapa tahun ini, saya mulai membiasakan membeli barang kerajinan tangan. Saya suka karena tiap barang unik. Barang tersebut  tidak bisa diproduksi masal karena dibuat satu per satu dengan tenaga kerja manusia. Sebagai pemakai, saya merasa senang karena produk tersebut tidak pasaran. Selain itu, membeli produk kerajinan tangan buatan Indonesia berarti memberi pemasukan pada pembuatnya. Semakin banyak kita memakai produk kerajinan tangan buatan Indonesia, sama dengan membuka lapangan pekerjaan.

Senin, 07 Agustus 2017

Berkenalan dengan Tanah Ombak di Padang



Waktu Melati Taman Baca menawari saya untuk ikut program magang literasi di Kota Padang, saya langsung bilang iya tanpa pikir panjang. Di bayangan saya, seru bisa tinggal di rumah penduduk sekaligus bertemu pegiat literasi lain. Saya juga bisa belajar bagaimana mengajak masyarakat menyukai buku. Lokasi magang kami di Tanah Ombak, sebuah taman baca yang beralamat di Jalan Purus 3 no 30, Kota Padang. Awalnya saya agak kaget waktu sampai di sana. Taman bacanya terletak di ujung gang sempit. Dalam bayangan saya, sebuah tempat yang dipilih sebuah direktorat di Kementrian menjadi lokasi magang pasti punya fasilitas lebih.  Tanah Ombak “hanya” sebuah rumah dengan atap seng dan tembok sederhana. Saya baru mendapat jawaban dalam beberapa hari kemudian. Ruangan luas penuh rak buku tersebut unik karena punya banyak kegiatan.

Jumat, 21 Juli 2017

Alasan Memilih Laptop Mac Book




Sebagai penulis dan pembuat film dokumenter, alat kerja paling penting yang saya gunakan adalah laptop. Benda ini sudah seperti separuh otak saya. Semua data penting mulai dari foto-foto tempat-tempat yang pernah saya kunjungi, dokumentasi pekerjaan, hingga rencana mendatang ada di sini. Saya bahkan tidak pernah pergi keluar kota tanpa membawa laptop.